Monday, June 25, 2012

Kemiskinan di Indonesia

Nama : Niiko Kurniasarashita
NPM  :  11109265

Assalamu’alaikum Wr Wb
Yang terhormat Ibu Dosen
Yang saya hormati rekan-rekan Mahasiswa semua,

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat-Nya sehingga kita dapat berkumpul disini dan pada hari ini saya akan menyampaikan pidato singkat mengenai Kepedulian terhadap Kemiskinan di Indonesia.
Di Indonesia jumlah kemiskinan saat ini semakin bertambah, dari tahun ke tahun jumlahnya semakin meningkat dan sangat memprihatinkan. Kemiskinan di Indonesia sangat mempengaruhi tingkat ekonomi di beberapa daerah, tak semua masyarakat Indonesia bisa mendapatkan kesehatan yang memadai, pendidikan yang layak, serta pekerjaan yang sesuai.
Kemiskinan mengakibatkan beberapa masyarakat harus ekstra bekerja keras demi mendapatkan sesuap nasi, lapangan pekerjaan yang terkadang tidak sesuai dengan pendidikan yang mereka dapatkan menjadi masalah terberat yang harus dihadapi. karena, dengan pendidikan minimal mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, bahkan demi mendapatkan sesuap nasi sampai ada yang rela untuk tidur di pinggir jalan, anak di bawah 5 tahun ikut mengemis. Berikut adalah  faktor-faktor penyebab kemiskinan di Indonesia:
1.            Tingkat pendidikan yang rendah
2.            Produktivitas tenaga kerja rendah
3.            tingkat upah yang rencah
4.            distribusi pendapatan yang timpang
5.            kesempatan kerja yang kurang
6.            kualitas sumberdaya alam masih rendah
7.            penggunaan teknologi masih kurang
8.            etos kerja dan motivasi pekerja yang rendah
9.            kultur/budaya (tradisi)
10.          politik yang belum stabil

                Berdasarkan penjelasan mengenai faktor-faktor kemiskinan di Indonesia sudah sepatutnya lah kita ikut berperan dalam membantu untuk mengatasi kemiskinan tersebut. Kemiskinan memang tidak bisa di tanggulangi dari salah satu pihak, kemiskinan di Indonesia harus kita tanggulangi bersama, misalnya bagi yang tingkat ekonominya di atas cukup diharapkan mampu berperan untuk membantu saudara kita yang sedang kelaparan, memberikan pendidikan yang layak tanpa harus membebankan mereka, serta memberikan penyuluhan kesehatan agar mereka mendapatkan kesehatan yang memadai.
Saat ini kemiskinan sudah menjadi penyakit yang amat sangat serius jika tidak kita tanggulangi, kenaikan harga BBM serta kenaikan harga sembako semakin mempengaruhi tingkat kemiskinan.  Yang miskin semakin miskin, kapankah indonesia terbebas dari kemiskinan??.   Ada dua hal dari kata-kata yang pernah saya dengar, pertama “Rasul menyuruh kita mencintai anak yatim”, kedua “Rasul menyuruh kita mengasihi orang miskin”. Sudahkah kalian peduli? Kalau belum mari kita mulai dari sekarang. Mengurangi harta kita sebagian tidak akan menghabisi seluruh harta kita, jika kita memberi kepada saudara kita yang amat sangat membutuhkan makan allah pun akan menggantinya 2 kali lipat. Tidak percaya? Mari buktikan. Dan sudah selayaknya kita sebagai generasi penerus bangsa harus menolong satu sama lain, demi meringa nkan beban saudara kita sekalian, Sekian pidato singkat mengenai Kepedulian terhadap Kemiskinan di Indonesia.

Thursday, May 10, 2012

Rumah Di Seribu Ombak

Resensi Novel

Rumah di Seribu Ombak By Erwin Arnada

Awalnya mendengar tentang buku ini berawal dari salah satu band yang aku idolakan yaitu Superman Is Dead, yup lebih tepatnya JRX, karna dia menjadi salah satu pemain di Film Rumah di Seribu Ombak.

Novel ini menceritakan persahabatan yang berbeda keyakinan, sebut saja namanya Samihi dan Wayan Manik(Yanik). Mereka tinggal di daerah Pantai Lovina,Singaraja, Kabupaten Buleleng Bali. Ayah Samihi berasal dari Sumatra dua puluh tahun menetap di Singaraja. Samihi tinggal bersama ayah dan adik perempuanya Syamimi, karena kakak laki-laki dan ibunda Samihi telah meninggal. Samihi merupakan anak yang berbakti kepada Ayah dan almarhum ibunya.

Sedangkan Yanik lebih tua dari Samihi, Yanik putus Sekolah karena ibunya yang tidak sanggup untuk membiayai sekolahnya. Yanik sangat berbakti kepada ibunya yang sakit-sakitan. Yanik hidup bersama Ibunya, karena Ayahnya yang berkerja di Legian telah meninggalkan Ibunya dan memutuskan untuk menikah lagi dan menetap di Legian. Yanik membiayai kehidupan sehari-hari dengan menjadi tour guide turis asing untuk menarik minat turis asing snorkling maupun menonton lumba-lumba yang terlihat di Pantai Lovina. hal tersebut menjadikan Yanik lebih mencintai laut dan terobsesi dengan lumba-lumba.

Samihi bertemu Yanik ketika Yanik membelanya dari bocah-bocah berandalan yang bermaksud merebut sepeda Samihi. Semenjak saat itu merekaseringkali menghabiskan waktu bermain bersama. Perbedaan agama sama sekali tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk menjalin persabatan. Bahkan dengan kondisi seperti itu mereka belajar untuk saling toleransi  satu sama lain. Sebagaimana umumnya masyarakat Hindu dan Muslim di Singaraja hidup berdampingan dalam kondisi yang rukun.


Samihi memiliki seorang adik, Syamimi. Seorang anak yang manis dan sangat mengidolakan kakaknya. Syamimi juga sangat sayang pada Yanik yang dianggap pelindung kakaknya. Yanik ingin sekali melanjutkan sekolahnya, tapi terkendala biaya. Samihi berusaha keras mencari jalan keluar agar sahabatnya bisa sekolah lagi, hingga akhirnya mereka menang sabung ayam. Selama ini Andrew seorang bule dari Australi rajin membantu keuangan Yanik, namun kejadian malam itu di kamar Andrew ternyata semua alasan dari semua bantuan yang pernah Andrew berikan pada Yanik. 



Suatu ketika Samihi memiliki keinginan untuk mengikuti perlombaan mengaji. Ketika menunjukkan kebolehannya kepada Yanik, yang Samihi dapatkan adalah cemoohan. Namun Yanik tidak semata-mata mengejek, ia pun kemudian membantu Samihi untuk  memperindah kemampuan mengajinya dengan mendorong Samihi untuk mempelajari kesenian bernyanyi khas Bali yang bernama Merkidung.

Bersamaan dengan proses belajar Samihi, ternyata Yanik menyimpan rahasia yang membuat dirinya luar biasa terbebani.
 
“Ketika hari ini Yanik membuka rahasianya padaku, yang terlintas dikepalaku adalah ia sudah terlalu lelah menyimpan rahasia. Terlalu banyak kesedihan yang ia rasakan. Saat ini, ia membutuhkan rasa lega dengan membiarkan rahasia itu terbuka kepadaku.”

Terungkapnya rahasia Yanik yang cukup menggemparkan masyarakat berlangsung bersamaan dengan kejadian bom bali di Legian. Keharmonisan toleransi antar agama di Singaraja pun mulai sedikit terganggu. Samihi merasa bersalah karena ketakutannya pada air menyebabkan Yanik tertimpa bencana lebih lanjut.

“Tuhan tengah menguji kami dengan takdirnya yang tak bisa diterka.”

Pada saat itu, berkat bantuan Yanik, Samihi terpilih untuk mewakili Singaraja untuk mengikuti lomba Sekabupaten Buleleng. Telah 3 bulan Samihi tidak bertemu dengan Yanik. Seketika sebelum mengikuti lomba tiba2 Samihi meragukan kemampuannya sendiri. Di saat itu, seperti sudah meramalkan suasana hati Samihi, Yanik tiba-tiba muncul untuk memberinya semangat.

“Suatu saat aku pasti melihat kau mengalahkan laut. Berselancar, snorkeling, seperti anak-anak Singaraja lain. Samihi jangan pernah takut lagi, karena Tuhan akan menjaga dan melindungi orang-orang yang selalu berdoa.”

Samihi bahagia sekaligus sedih luar biasa. Bahagia karena memenangkan lomba. Sedih luar biasa karena melalui kalimat di atas Yanik mengucapkan kata perpisahannya. Itu adalah pertemuan terakhir Samihi dengan Yanik.

Demi Yanik, Samihi berusaha sekuat tenaga untuk melawan ketakutannya hingga ia berada di posisi yang ia sendiri tidak pernah impikan. Semua karena Yanik. Jika bukan karena dorongan Yanik, Samihi tidak akan berani mengambil langkah pertamanya. Langkah pertama yang kelak akan membawanya menuju jalan hidup yang tak terbayangkan.

“Rasa takut adalah belukar yang siap membelit siapa saja yang membiarkan dirinya dicekam perasaan itu.”

Aku melihat lagi langit di atas Laut Lovina. Kenangan bersamamu menyerbu masuk ke ingatakanku. Laut dan mimpi-mimpi kita. Apa kabar hidupmu?

Kita memang berbeda. Aku tahu. Sama tahunya seperti dirimu. Warna yang mengalir di nadimu tak sewarna dengan yang mengalir di nadiku. Namun, bukankah kita tak pernah bisa memilih dengan warna apa kita lahir? Kita lahir, lalu menemukan tawa bersama. Menyatukan cerita bersama. menjumputi mimpi bersama.

Mengapa kini kau lari menjauh?

Lalu, apa kabarmu? Mengangakah masih lukamu yang dulu? Atau, kini sudah terpilihkah bagimu akhir yang bahagia? Maafkan aku. Maafkan karena tak bisa selalu menjadi laut yang tetap menyimpan rahasiamu."

“Tak ada yang lebih berat dan rumit selain menyembunyikan rasa sayang di depan orang yang dicintai. Menahan diri mengungkapkan isi hati, terkadang merupakan kemustahilan yang menyakitkan.”

Friday, April 6, 2012



LAPORAN KEGIATAN
 “AUDISI BAND CULTURE 2012”
FOUNDTASTIC BEM FIKTI
UNIVERSITAS GUNADARMA


Niiko Kurniasarashita 
11109265
3KA03


I.              PENDAHULUAN


1.1         Latar Belakang
Saat ini kebudayaan merupakan hal yang amat sangat sulit untuk ditemukan, menjadi suatu hal yang sangat langka.  Hal ini disebabkan karena masuknya era globalisasi, banyak dari mereka yang lebih cenderung tertarik oleh budaya luar dibandingkan dengan budaya kita sendiri. Tak dapat dipungkiri lagi, kini para remaja pun sulit untuk menanamkan cinta kebudayaan mereka sendiri, banyak dari mereka yang tidak perduli dan acuh.
Begitu juga dengan kegiatan sosial, kegiatan sosial kini jarang kita temukan, banyak dari para remaja berfikir dua kali untuk menyisihkan sebagian harta dari mereka untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti menolong mereka yang kurang mampu untuk menjalani operasi kanker, ataupun menolong mereka untuk biaya sekolah sehari-hari.
Untuk mengatasi kurangnya kepedulian para remaja terhadap budaya dan sosial kami akan mengadakan sebuah acara yang bertema “AUDISI BAND CULTURE”. Dengan harapan diadakanya acara ini dapat membuat para remaja dan masyarakat umum lebih perduli lagi terhadap kebudayaan dan meningkatkan rasa sosial sehingga apa yang menjadi tujuan awal dapat terlaksana dengan baik.

1.2         Maksud dan Tujuan
1.2.1     Maksud
Adapun maksud dari acara yang kami selenggarakan yaitu sebagai bentuk dan awal mula para remaja untuk bergerak melestarikan kebudayaan yang telah ada.

1.2.2   Tujuan
1.   Untuk menanamkan kembali rasa cinta terhadap budaya kita sendiri untuk para remaja dan masyarakat umum.
2.  Mengajak para remaja dan masyarakat umum untuk bergerak langsung dalam memajukan kebudayaan kita

II.         ACARA KEGIATAN
Nama  dalam kegiatan ini adalah “FOUNDTASTIC (Fikti Sound Competition and Futuristic Culture) ” Kami mengangkat nama ini sebagai gabungan dari acara kegiatan dengan divisi Olahraga, Seni, dan Sosial Budaya.
2.2         Bentuk Kegiatan
            Sebelum acara puncak kami mengadakan AUDISI BAND CULTURE, dengan dua ketentuan yaitu lagu pertama bersifat modern dengan musik etnic, dan yang kedua lagu wajib daerah yang  diaransemen ulang. Puncak acara kami adakan selama satu hari, yaitu hari Sabtu tanggal 31 MARET 2012.
Pada acara puncak kami menghadirkan beberapa stand dan bazaar,  selain itu kami menampilkan beberapa band yang telah lulus  seleksi dengan pemenang pertama,kedua, dan ketiga yang.

Waktu dan Tempat Acara
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal :     Minggu, 4 Maret 2012
Tempat           :    Studio Salsa
Susunan Acara
A. Audisi Band Culture
Pendaftaran Lomba                  : 13 Januari–25 Februari 2012
Technical Meeting                     : 26 Februari dan 25 maret 2012
Pelaksanaan Lomba/audisi     : 4 Maret dan 31 Maret 2012

2.3         Sasaran
Sasaran dari pelaksanaan acaran ini adalah:
1.    Seluruh masyarakat umum yang akan menghadiri, dan para mahasiswa.
III.        PENUTUP
Demikianlah Laporan Kegiatan “AUDISI BAND CULTURE ” yang telah diselenggarakan oleh BEM FIKTI Universitas Gunadarma. Besar harapan kami agar panitia serta masyarakat umum lainnya dapat tergerak untuk lebih meningkatkan kepedulianya lagi terhadap budaya negeri kita sendiri. Dan terima kasih atas dukungan yang sebesar-besarnya dari panitia serta masyarakat umum lainnya yang telah berpartisipasi. Sekian dan terima kasih.